Mengapa Api Biru Kawah Ijen Hanya Muncul di Malam Hari?
Sains & Alam

Mengapa Api Biru Kawah Ijen Hanya Muncul di Malam Hari?

Penulis: Tim Redaksi Ijen.id Tanggal: 12 Jan 2025 Waktu baca: 5 menit

Kawah Ijen menyimpan salah satu fenomena alam paling langka di dunia: api biru atau blue fire. Tidak seperti api pada umumnya yang berwarna merah atau oranye, api di Kawah Ijen memancarkan cahaya biru kehijauan yang memukau, seolah bumi sendiri sedang menyala dengan warna kosmik.

Apa Sebenarnya Api Biru Itu?

Api biru di Kawah Ijen bukan berasal dari batuan yang terbakar. Fenomena ini terjadi karena gas belerang (sulfur) yang keluar dari celah-celah bumi dengan suhu sangat tinggi, mencapai 600 derajat Celsius, langsung terbakar saat bersentuhan dengan udara. Pembakaran gas belerang inilah yang menghasilkan nyala api berwarna biru.

Mengapa Hanya Terlihat di Malam Hari?

Sebenarnya api biru ini menyala sepanjang waktu, baik siang maupun malam. Namun di siang hari, intensitas cahaya matahari jauh lebih kuat sehingga nyala api biru yang relatif redup tidak bisa terlihat oleh mata manusia. Barulah saat malam tiba, ketika langit gelap dan tidak ada cahaya lain yang mengalahkannya, api biru ini tampak dengan sempurna.

Itulah mengapa para wisatawan yang ingin menyaksikan fenomena ini harus mendaki mulai pukul 01.00 dini hari, agar tiba di kawah sebelum fajar dan masih bisa menikmati keajaiban api biru sebelum matahari terbit.

Di Mana Saja Ada Api Biru?

Di seluruh dunia, hanya ada dua tempat yang memiliki fenomena blue fire vulkanik seperti ini: Kawah Ijen di Jawa Timur, Indonesia, dan Ol Doinyo Lengai di Tanzania. Namun Kawah Ijen dianggap sebagai yang paling spektakuler karena skala dan aksesibilitasnya bagi wisatawan.

Tips Menyaksikan Api Biru

Fenomena api biru Kawah Ijen adalah bukti nyata betapa menakjubkannya kekayaan alam Indonesia. Sekali seumur hidup, pengalaman ini layak untuk diperjuangkan.

← Kembali ke Artikel